Pages

Minggu, 15 Desember 2013

JAGA PANDANGAN untuk menjaga HATI



MANFA'AT MENUNDUKKAN PANDANGAN


Salah satu syair favorit _Pandangan Mata, by;Hijjaz
Pandangan mata selalu menipu
Pandangan akal selalu tersalah
Pandangan nafsu selalu melulu
Pandangan hati itu yang hakiki
Kalau hati itu bersih

Hati kalau selalu bersih
Pandangannya akan menembus hijjab
Hati jika sudah bersih
Firasatnya tepat karena Allah
                   
Tapi hati jika dikotori
Bisikannya bukan lagi kebenaran
Tapi hati jika dikotori
Bisikannya bukan lagi kebenaran


"Dua mata yang tidak disentuh api neraka, mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga-jaga di jalan Allah."  (HR. Tirmidzi)


‘Wwuaa cakepp bauangett orang itu’. -> komentar seperti ini sering sekali muncul dalam keseharian. Khususon, ketika melihat lawan jenis yg bisa dikatakan ‘tipe’ yg diidamkan, berpengaruh terhadap; syaraf mata seolah di’pause’ (_tdk bs menutup), urat leher jadi kaku (_tidak bisa berpaling/menoleh), hati berbunga-bunga (_jk digambarkan), denyut nadi meningkat (_jantung berdebar2 gk karuan), ditambah mulut tanpa sadar membuka (_coba dibayangkan).

“Pandangan, lalu senyuman, kemudian salam dan percakapan, lalu janjian, kemudian pertemuan”. Ehhem, ehemm.. Inilah yang juga sangat sulit dihindari, bahkan di area para ‘ikhwan-akhwat’ pelaku dakwah. Khususon dalam organisasi dakwah kampus, yang sepertinya hal semacam ini rawan terjadi.
Begitulah, reaksi yang bisa timbul akibat dari sebuah pandangan. Akibat buruk juga bisa terjadi, seperti di film2; ‘apa lu lihat-lihat?’, jawab; ‘apa lu,? Ngajak ribut lo ma guwa??!’,. bla,blaa, akhirnya timbul pertumpahan darah antar warga komplek-lah, antar suku, antar daerah, antar saudara malah. 

Menundukkan pandangan, atau dengan istilah kerennya adalah ‘Ghadhul Bashar’ ini, merupakan satu hal yang saat ini masih dinilai ‘aneh’ bagi sebagian orang. Ya, ketika ngobrol atau bercakap tanpa ada kontak mata itu kan aneh. Begitulah pendapat sebagian kalangan. Ada yang mengatakan itu tidak sopan, tidak etis, tidak sesuai dengan tatanan sosial ekonomi (_apa hubungannya??). Sehingga masyarakat akan menilai aneh pula pada si pelakunya.

 قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menundukkan pandanganya, dan menjaga kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS : An Nuur [24] : 30).
Disebutkan dengan jelas dalam ayat di atas, bahwa menundukkan pandangan adalah sesuatu yang diperintahkan secara tegas kepada kaum yang beriman. Menundukkan pandangan dari hal-hal yang dilarang, dan menundukkan pandangan dari hal2 yang menimbulkan kemaksiatan. 

Kisah-kisah yang bisa kita renungkan bersama;
- Nabi Musa As., diajak 2 orang gadis untuk bertandang ke rumah mereka. Tidak lain mereka adalah putri dari nabi Syu’aib As., yang telah ditolong oleh Nabi Musa saat hendak mengambil air untuk memberi minum ternak-ternak mereka. Ditengah perjalanan, Nabi Musa berkata ‘tunggu sebentar’. Mereka pun berhenti, seraya bertanya ‘ada apa?’. Jawab beliau,‘Kalian berjalanlah di belakangku, jika belok ke kanan maka berilah isyarat (_dengan melemparkan kerikil) ke kanan, begitupun ke kiri’. Sehingga mereka mengikuti apa yang dikatakan oleh Nabi Musa tersebut. Dimana sebelumnya posisi Nabi Musa ketika berjalan adalah di belakang para gadis, sementara pakaian salah seorang mereka (_gadis) tertiup-tiup angin, dan nampaklah auratnya. Begitulah akhlak Nabi Musa As., masyaallah sekali  yah.. 

-Suatu ketika, ada seorang wanita yang lewat di depan Imam Syafi’i, dan tanpa disengaja tersingkaplah kain si wanita sehingga nampaklah betis wanita tersebut oleh Imam Syafi’i. seketika itu juga, hilanglah hafalan 40 hadits beliau.. Gubyaakkk,, dahsyatnya pengaruh pandangan.

Kenapa pandangan harus dijaga.?
1.    Pandangan yang liar  adalah sarana menuju yang haram
Tentang keharamannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Ali, janganlah pandangan pertama kau ikuti dengan pandangan berikutnya. Untukmu pandangan pertama, tetapi bukan untuk berikutnya.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Hakim sesuai dengan syarat Muslim)
2.    Membiarkan pandangan lepas adalah bentuk kemaksiatan kepada Allah
Allah berfirman dalam Al Qur’an surat An-Nur ayat 30, yang artinya, “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
3.    Masuknya setan ketika seseorang itu memandang

Kecepatan setan dalam hal ini, tidak tanggung2, suaangat cepat poko’e. Parahnya, dari pandangan itu setan jadikan senjata yang berupa keindahan yg menyilaukan. Lalu ia menyalakan api syahwat dan ia lemparkan kayu bakar maksiat. Pintarnya lagi, setan  akan menyesatkan manusia secara bertahap. Seperti pepatah di atas, “Pandangan, lalu senyuman, kemudian salam dan bicara, lalu janji, kemudian pertemuan”. Astaghfirullah…
4.    Pandangan tersebut akan menyibukkan hati.
Seseorang yang hatinya sibuk akan menyebabkannya lupa akan hal-hal yang bermanfaat baginya. Akhirnya, ia akan selalu lalai dan hanya mengikuti hawa nafsunya. Bawaannya kepikiraaan terus. Konsentrasi buyar deh.,
5.    Kita dapat merusak hati orang lain
Seringkali, pandangan seorang wanita kepada laki-laki tak hanya merusak hati si pemandang. Ketika dicampur dengan senyum, tunduk atau berbisik dengan rekannya sesama perempuan, lalu bayangan ini tertangkap oleh laki-laki yang dipandang atau yang merasa GR (gede rasa) karena merasa dipandang, pasti ada lagi hati yang rusak. Wah, hanya menambah dosa saja!!

Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” 

Jika seorang pelajar ingin meraih kesempurnaan ilmu, hendaklah ia menjauhi kemaksiatan dan senantiasa menundukkan pandangannya dari hal-hal yang haram untuk dipandang karena yang demikian itu akan membukakan beberapa pintu ilmu, sehingga cahayanya akan menyinari hatinya. Jika hati telah bercahaya maka akan jelas baginya kebenaran. Sebaliknya, barangsiapa mengumbar pandangannya, maka akan keruhlah hatinya dan selanjutnya akan gelap dan tertutup baginya pintu ilmu. 
 (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)

               

0 komentar:

Poskan Komentar