Pages

Minggu, 01 Juni 2014

Rekam Jejak Prabowo


Rekam Jejak Prabowo 24 Tahun Jadi Tentara

Rekam Jejak Prabowo 24 Tahun Jadi TentaraJakarta - Prabowo Subianto sering disebut sebagai seorang jenderal kontroversial. Karier dan sepak terjangnya dimulai selepas ia lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Magelang pada tahun 1970. Meniti karier di militer selama 24 tahun, saat menduduki posisi puncak, dia sempat dituduh melakukan kudeta hingga memimpin operasi penculikan sembilan aktivis.

Saat ditanya sikapnya jika kelak menjadi presiden, seperti menghadapi oposisi, aktivis yang cerewet, atau media yang sudah telanjur bebas, Prabowo menjawab sudah dibuktikan. "Komitmen saya menghadapi mereka sudah jelas. Kalau minta jaminan, jaminan apa? Saya sudah buktikan komitmen saya kepada konstitusi. Saya kira saya satu-satunya yang membuktikan diri pada UUD. Kalau Saudara ingat pada 1998, saya 34 batalion. Kalau dari segi kekuatan fisik, saya yang terkuat di Indonesia. Dan saya sempat dituduh mau kudeta, dan saya diberhentikan oleh presiden, dan saya ikuti perintah presiden tanpa perlawanan," kata Prabowo saat bertandang ke kantor Tempo pada 9 Oktober 2013.
Dia melanjutkan bahwa dirinya sudah berkomitmen kepada demokrasi. "Ini pemilu ketiga saya ikut. Saya bentuk partai politik, dari nol. Sekarang lawan-lawan survei mengatakan empat besar, tiga besar, ada yang mengatakan dua besar. Terhadap oposisi, aktivis, yang dulu saya dianggap bagian dari rezim Orde Baru, militeristisk, fasis bla bla bla.... Sekarang, aktivis prodemokrasi adanya di Gerindra. Mereka menduduki posisi yang menentukan."

Inilah karier Prabowo:

1974 Lulus Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

1976 Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

1978 Prabowo memimpin pasukan Den 28 Kopassus yang ditugaskan untuk membunuh pendiri dan Wakil Ketua Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato.

1983 Prabowo dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teroris (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus).

1995
Komandan Komando Pasukan Khusus.


1996
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus.


1998
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.

Saat itu menjadi perwira termuda yang meraih pangkat jenderal. Usia 47 tahun, tiga bintang tersemat di pundaknya. Ia juga dituduh mendalangi penculikan beberapa aktivis.

2004
Politikus Partai Golkar.


2008
Mendirikan Partai Gerindra bersama Muchdi Purwoprandjono.

Partai ini memperoleh 4,5 persen suara--26 kursi Dewan.

2009
Mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden.

Berkoalisi dengan PDI Perjuangan berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri  http://www.tempo.co/read/news

0 komentar:

Poskan Komentar